Antara Rasa Iba, Peluang Usaha Ternak Kambing Domba Dan Waspada Bahaya

Liburan sebentar lagi tiba.. tradisi masyarakat kita adalah.. pulang kampung.. melepas rindu dengan keluarga di kampung.

Bagi mereka yang sudah sukses dan rejeki berlebih, maka sadar atau tidak disadari penampilan dan gaya hidup pun akan berubah, pulang sudah bawa mobil, bawa banyak oleh-oleh, tangan kiri ngak lepas pegang hp..

 Dan biasanya saudara, tetangga dan teman akan berdatangan ataupun saling silaturahmi, sambil ngobrol sana sini bahas apapun, termasuk bahas soal ekonomi keluarga..

Nah.. ketika ngomongin soal ekonomi keluarga.. biasanya.. ini cuma biasanya lho.. mereka yang hidup di kota besar muncul rasa iba nya, dan akan berusaha bagaimana membantu membangkitkan ekonomi di kampung.

Salah satu yang terpikir pasti... peluang usaha ternak kambing domba... Iya itu jadi salah satu pilihan favorit, karena di kampung ada yg ngurusin, banyak lahan, pakan mudah dan ternak kambing domba bisa dijadikan secara sambilan.. istilah kalau di Jawa adalah nggaduhke ternak, atau bahasa kerennya bagi hasil usaha ternak.

Hmmm... Maaf kalau salah, mohon dikoreksi.... Saya kok yakin sudah banyak yang melakukan hal ini... , Muncul rasa iba, ketemu ide ternak kambing domba, langsung action... Ngak pakai nunggu lama-lama... Kilattt pokoknya.

Langsung deh 3-5 hari kandang kambing atau dombanya sudah jadi, lanjut beli kambing domba... Seneng ya rasanya bisa membantu saudara, tetangga atau teman di kampung, apalagi bisa langsung lihat ternaknya...

6 - 10 bulan lancar... Kalau yang ngurus kambing dombanya diajak komunikasi pasti jawabannya..
" kambing domba gemuk-gemuk " bahkan ada yang berani bilang " wah nanggung nih...tambahin lagi dong ternaknya "

15-24 bulan kemudian... Biasanya.. bayak orang mengalami hal ini :
  1. Komunikasi investor dan pengelola ternak mulai sulit, ngak fast respon
  2. Mulai ada laporan kambing dombanya sakit, kaki kejepit bahkan banyak yang mati, ataupun malah populasinya berkurang secara " misterius "
  3. Mulailah muncul kecurigaan investor.. siap-siap investigasi ke kampung
  4. Ketika investigasi, ternyata....... Memang benar, jumlah ternaknya tinggal dikit, kondisi ternak kurang terurus, kandangnya kumuh, operator mulai kurang minat ngurusi ternaknya..
  5. Dan... Muncullah kata " ya sudah lah " ungkapan sebuah penyesalan bahkan kadang kala keluar umpatan.. dari investor...
Hmmm.... Kurang lebih seperti itu banyak kisah nyata yang di sekitar kita, ada yg habis dana 10 jt, 60 jt bahkan ada yang sudah invest diatas 100 jt.. hasilnya nihil bahkan minus.

Dan saya tidak menyalahkan mereka yang ngurusi ternaknya lho.. karena mereka bekerja dengan pola pikir dan pola kerja yang sejauh mereka tau.. jadi memang wajar kalau tidak maximal..

********

Trus apakah rasa iba, ingin menolong sesama dengan cara ternak kambing domba itu salah ?

Ternyata tidak ada yang salah dengan rasa iba dan ingin menolong, HANYA SAJA, memang dibutuhkan kecermatan, kehati-hatian dan yang jelas... Butuh ilmu pengetahuan mengenai usaha ternak kambing domba yang akan dijalankan.

Awalnya tanpa disadari banyak investor tidak berusaha untuk mengetahui dahulu ilmu mengenai ternak kambing domba, pokoknya pasrah 100 % aja sama orang yang ngurusi.
Dan endingnya.. hasilnya runyam.

Bisa digaris bawahi bahwa, TERNYATA beternak kambing domba dengan ilmu yang benar itu pasti menyenangkan dan menguntungkan, sedangkan beternak tanpa ilmu itu akan menyengsarakan ( mas Sumaryanto Lurisae ).

Ketika sudah memulai beternak tanpa ilmu dan hasilnya runyam maka semua tahapan dalam beternak pasti salah dan menyebabkan si investor kalah, ibarat sebuah pertandingan, sebenarnya setiap tahapan beternak kambing domba itu adalah final sebuah pertandingan ( mas Bondan Danu Kusuma, Bhumiku hijau ).

" Memang.. tidak bisa dipungkiri bahwa mempelajari ilmu ternak kambing domba adalah sebuah kewajiban awal seorang peternak. Berkaca pada kemampuan diri yg masih lemah, maka sudah selayaknya kita berusaha meningkatkan nilai kompetensi diri, cara utamanya jelas dengan berguru kembali, belajar dan terus belajar " ( Mas Lukman Farmer )

=====
Akhir kata.... Kambing domba adalah salah satu hewan yang dibawa oleh Nabi Nuh dalam kapalnya, Nabi Muhammad dan Nabi Isa juga pernah menggembalakan kambing domba.

Ketika kambing domba sudah ada sejak zaman nabi dan sampai saat ini hewan ini masih ada, bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa kambing domba adalah hewan yang membawa rejeki dan kebahagiaan bagi manusia, tinggal bagaimana manusia mengelola usaha kambing domba dengan ilmu dan cara yang benar.

Salam semangat beternak kambing domba
Mari saling bersilaturahmi
Salam istimewa dari Jogja..

Bayu 78 Farm Jogja
Tlp / wa : 0812-2838-0678


Silahkan saksikan video berikut ini :

Panen cempe


 Cara ternak kambing pedaging


 Budidaya domba merino


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara Rasa Iba, Peluang Usaha Ternak Kambing Domba Dan Waspada Bahaya"

Post a Comment